Dear to My Future Couple

Baiklah, aku tahu jika nanti engkau membaca ini pasti akan tertawa dan membandingkan diriku yang ada di depan matamu sekarang. Aku menulis ini memang pada saat berusia 19 tahun, mungkin kita (belum) bertemu atau malah kau adalah orang yang selalu di depan mataku sepanjang waktu. Tapi aku berjanji, jika aku menemukan “The Right”, aku bakalan langsung memberikan tulisan ini padamu.

  • Pertama, aku bakalan bilang padamu jika sifatku mungkin dari luarterlihat galak dan mean girl. Tapi semua itu aku lakukan demi melindungi diriku sendiri. Dulu aku sering di khianati oleh orang-orang yang aku sebut dengan “sahabat” dan bahkan pacarku sendiri. Jadi jika sifatku padamu galak, terkadang kejam dan suka berbicara pedas, itu hanya untuk melindungi diriku sendiri. Agar aku tidak terluka lagi. Jadi tolong yakinkan aku jika kamu tidak akan melakukan itu dengan perbuatanmu dan aku akan menunjukkan bagaimana sifat asliku.
  • Kedua, aku tidak akan memintamu untuk menjadi sempurna. Karena aku dan kamu pada akhirnya menjadi kita dan kita harus saling melengkapi, bukan meminta satu sama lain untuk sempurna. Mungkin sifat burukmu akan kucoba untuk kehilangan secara perlahan, tapi aku tidak akan memaksamu untuk langsung berubah dan meninggalkan kebiasaan itu. Aku tahu semua hal butuh proses dan aku yakin jika kamu sebenarnya bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.
  • Ketiga, aku tidak bisa membereskan rumah. Mungkin bagi orang lain itu hal sepele, tapi itu adalah masalah besar dalam hidupku. Aku hanya bisa melakukan pekerjaan rumah seperti memasak(hanya beberapa masakan simpel sih), cuci piring, cuci baju dan mengepel lantai. Membereskan rumah yang berarti merupakan tempat-tempat yang berantakan bahkan menyapu saja aku tidak bisa. Kuharap kau mau mengerti dan mungkin kamu mau mengambil tugas itu. Atau kalau tidak, nanti kita menyewa seorang pembantu untuk mengurus hal itu. Apa kau tidak keberatan dengan hal ini?
  • Keempat, aku bukan sleeping beauty yang dimana tidurnya tetap terlihat cantik. Aku terkadang suka ngorok (yeah, memalukan memang) dan yah begitulah. Intinya aku bukan golongan sleeping beauty deh. Jadi aku harap saat nanti kau bangun tidur dan melihatku ada di sampingmu, kamu tidak kaget melihat wajah jelekku pffft
  • Kelima, aku memang bisa memasak, tetapi cenderung ke masakan yang simpel. Aku benar-benar tidak bisa memasak makanan tradisional. Tapi jika nanti kita bersama, tolong jangan ragu untuk mengatakan apa makanan yang kau inginkan dan aku akan berusaha untuk membuatkannya. Mungkin akan ada trial dan error dalam perbuatannya, tapi aku ingin mengatakan jika aku berusaha semaksimal mungkin untuk melakukannya.
  • Keenam, aku mungkin tidak pintar mengekspresikan apa yang aku inginkan. Dan kuharap kau tidak salah paham tentang hal itu dan mengira jika aku tidak lagi mencintaimu. Aku tidak bisa berpikiran untuk membagi perasaanku ke dua orang sekaligus, seperti player di luar sana. Kamu harus tahu, jika aku memilih untuk bersamamu, maka aku benar-benar menyayangi dirimu. Aku juga berharap kau merasakan hal yang sama denganku.
  • Ketujuh, aku tidak akan melarang hobimu yang mungkin bagi sebagian orang itu aneh dan sia-sia, asalkan kau juga mengizinkanku untuk melakukan hobiku. Namun dengan catatan hobimu itu tidak menganggu finansialmu sampai-sampai membuatmu tidak memperhatikan diri sendiri. Hobi itu adalah hiburan, bukan suatu ajang penyiksaan diri oke?
  • Kedelapan, aku bakalan bilang jika aku tidak keberatan untuk kadang menghabiskan weekend tanpamu. Aku tahu kamu juga pasti nanti ingin punya “Me Time” dengan menyendiri. Tapi jika kamu ada masalah, ingatlah ada aku di sini yang siap mendengarkan dan mungkin sedikit bisa meringankan bebanmu dengan memberikan saran. Jangan malu untuk bercerita padaku, karena bercerita bukan berarti kau lemah. Justru kamu malah menghargaiku sebagai pasangan.
  • Terakhir, aku hanya ingin bilang jika jangan kekang aku terlalu kuat. Aku tidak suka ruang gerakku dibatasi karena aku justru akan berusaha untuk lari darimu. Berikan aku ruang untuk melakukan apapun dan percayalah padaku, makan aku tetap disampingmu serta aku tetap kembali padamu seberapa jauhnya aku menjelajah pergi. Dan kuharap setelah kita bersama nanti, kau takkan melarangku untuk tetap bekerja.

 

Dan yang paling terpenting, aku mencintaimu bagaimanapun dirimu :*
Ditulis oleh orang yang mencintaimu saat masih sendiri, pffft
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s