You Are The Only Exception

You Are The Only Exception

Kamu adalah satu-satunya orang yang bisa aku berikan pemakluman yang tidak bisa aku berikan pada orang lain.

Kau sebenarnya tidak ganteng (bagiku. I dunno if people see you), bukan tipeku, badung, tidak peka dan bahkan pemalas sehingga aku selalu berakhir dengan memarahimu. Tapi setiap kali aku marah padamu, ada perasaan bersalah dan itu tidak pernah aku rasakan pada orang lain padahal aku sama-sama menyakiti perasaan orang lain saat aku marah.

Tapi sebenarnya aku tahu bagaimana kemampuan dirimu yang sebenarnya jika dibicarakan dengan bahasa yang sedikit lebih halus. Dan kadang aku tidak mengerti, bagaimana cowok badung kayak kamu bisa sekaligus sepolos itu saat bertanya padaku? Tatapan matamu membuatku luluh. Keberadaanmu di sampingku membuatku merasa benar, bahkan sekalipun itu adalah sebuah ketidak sengajaan.

Kau tahu, aku kembali jatuh cinta padamu lagi setelah aku sukses move on setahun yang lalu. Benar, setahun yang lalu, tepatnya di bulan ini, aku mulai menyadari perasaanku dan berusaha memperjuangkan perasaan itu sampai Januari, sebelum aku memutuskan menyerah. Lalu aku berusaha move on ke lain hati dan entah bagaimana caranya, aku kembali jatuh cinta padamu di bulan ini lagi, bulan Desember.

Mungkin karena tatapan matamu? Entahlah ….

Cinta. Sebuah reaksi kimia dimana tubuh menghasilkan sebuah hormon bernamapheromone yang menyebabkan afeksi pada seseorang yang dianggapnya penting.

Lalu apakah kau penting dalam hidupku? Aku masih bertanya-tanya tentang hal itu. Tapi kau selalu hadir si mimpiku. Tatapan kita selalu bertemu saat tidak sengaja menoleh. Dan tatapanmu seolah tidak suka saat aku berbicara banyak pada cowok lain, padahal kami hanya membicarakan tentang netbook punyaku.

Tapi kadang aku juga bertanya, sampai kapan aku menyimpan perasaan ini padamu? Sampai seterusnya? Atau mungkin setelah bulan Desember berakhir, aku akan melupakanmu dan ini hanyalah euforia bulan Desember yang membuatku lemah.

Oh iya, jujur saja aku gak suka kalau kamu dekat sama cewek nyebelin itu. Tolonglah, kamu itu sudah ribut jangan bersama cewek yang bisanya sedikit-dikit masalah yang kecil langsung dibesar-besarkan. Aku mungkin mendoakanmu agar berubah ke jalan yang lebih baik lagi, syukur kalau lewat diriku aku bisa membantumu. Tapi Kalaupun tidak, kuharap kau tidak bersama cewek itu.

Aku gak rela lihat kamu dihina olehnya, dicubit bahkan di tampar olehnya, meskipun aku tahu itu hanya main-main saja. Tapi tolonglah, apa tidak ada cara lain untuk bercanda selain dengan fisik? Dan apa kau tidak menghargai dirimu sendiri sampai rela diperlakukan seperti itu? Kau juga manusia! Kau berharga dan kau tidak pantas untuk diperlakukan seperti itu!

Kau adalah pengecualian dalam hidupku. Dan aku harap, kau bisa menemukan kebahagiaan yang sebenarnya denganku atau bukan dengan diriku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s