Haru Day

image

[Diikutkan dalam lomba ultah ke-4 Penerbit Haru]

Sudah 4 tahun semenjak Haru pertama kali melihat dunia. Kalau dirinya manusia, mungkin Haru sudah masuk TK nol kecil. Haru ingat, pertama kali ada di dunia ini, dirinya tidak ada yang tahu eksistensinya. Namun Haru tidak rendah diri karena Haru yakin jika dirinya bisa dikenal oleh orang-orang karena usahanya.

Namun semua itu berubah saat negara api menyerang saat Haru menghasilkan sebuah karya yang berjudul My Name is Kim Sam Soon. Dan ternyata orang-orang menyukainya dan mulai saat itu Haru semakin terkenal dikalangan orang-orang.

Haru semakin banyak menghasilkan karya dan tentu saja semakin banyak orang-orang yang mencintai Haru. Dan tanpa terasa, sudah 4 tahun berlalu sejak Haru pertama kali melihat dunia ini. Sudah banyak hal yang Haru lalui untuk sampai sejauh ini.

“Haru, kenapa kau diam saja di sana? Ayo kemari,” panggilan dari Jiayi membuyarkan lamunannya. Haru segera meloncat dan mengepak-kepakkan sayapnya agar bisa semakin cepat untuk melangkah dan syukur kalau bisa langsung terbang sih.

“Ini dia bintang pesta kita,” Yoon Pyo tersenyum dan menepuk-nepuk punggungnya. Haru melihat semua orang yang berkumpul untuknya di hari ini.

“Ah, sebelum aku lupa memberikanmu hadiah nanti,” Luke menyodorkan sebuah kertas yang berisi berbagai kupon yang membuat Haru meloncat kegirangan. Ada kupon untuk memeluk Luke nih, asik.

Eh tapi kan….

“Luc! Sudah berapa kali aku bilang untuk tidak memberikan kupon sembarangan!” tuh kan, Maya pasti akan berteriak seperti itu. Semenjak pacaran dengan Luc, sifat Maya semakin berani dan ternyata Maya itu aslinya cemburuan. Huhuhu… Padahal kapan lagi punya kesempatan memeluk Luke kalau tidak saat ulang tahun ini?

“Sudahlah Maya-ssi, kita berkumpul kemari untuk merayakan ulang tahun Haru bukan?” Sam Soon eonnie menenangkan Maya dan membuat gadis itu menghela nafas.

“Lalu kapan kita tiup lilinnya ini?!” pertanyaan Rafael membuat semua orang langsung tertuju pada Rafael dan Audy yang langsung menasehati salah satu 4R itu yang membuat Haru tersenyum.

Elis menyalakan lilin yang berbentuk angka 4 itu dan semua orang langsung menyanyikan selamat ulang tahun pada Haru. Meskipun suara mereka temponya berbeda-beda, tapi bagi Haru, kehadiran mereka sudah lebih dari cukup.

“Tiup lilinnya, Haru!” semua orang menyemangati Haru dan begitu lilin sudah padam, beberapa orang langsung membuka confetti yang sudah disiapkan sejak awal yang membuat Haru terlontar kaget dan semua orang tertawa melihatnya.

Haru tersenyum senang melihat semua kebahagiaan yang terpancar pada setiap orang yang ada di sana. Usia Haru mungkin masih muda dan nanti anggota keluarga Haru bertambah seiring dengan usia Haru yang semakin bertambah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s