Untukmu yang Menjadi Tujuan Akhirku

Kita sekarang masih belum bertemu. Kau masih berada di duniamu dan mungkin belum mengenal diriku, atau aku yang alpa dengan kehadiranmu di sisiku sepanjang waktu. Aku masih di duniaku dan sedang menuliskan sesuatu yang cheesy ini. Tapi bagaimana rupamu nanti, aku akan berkata padamu “aku sudah mementaskan diri untuk bertemu denganmu.”

Hei, kau. Apa kau baik-baik saja?
image

Karena aku berharap, kau baik-baik saja dengan kehidupanmu sekarang. Kalaupun kau tidak dalam keadaan baik, kuharap kau bisa melewatinya dengan tabah. Jika kita bertemu sekarang juga, aku akan menawarkan diri untuk membantumu mengatasi semua hal. Mungkin aku tidak bisa menawarkan banyak hal selain menjadi pendengar yang baik bagimu dan juga menyakinkanmu jika semuanya pasti berlalu dan semuanya akan kembali normal.

Dari sini, aku selalu berharap kau baik-baik saja. Dari sini aku selalu mengirimkan doa untukmu agar kau baik-baik saja. Dan aku berharap, semesta akan menyatukan kita secepatnya

Datanglah kepadaku pada keadaan apa adanya. Karena aku juga pernah jadi versi brengsek seorang manusia
image

Kau tidak perlu rupawan, punya banyak teman, kaya raya atau sempurna. Kau hanya perlu datang kepadaku dengan apa adanya dan juga sebuah tekad, pantang menyerah. Karena kau menawan jika kau memiliki hal itu dan hal lainnya bisa kita bangun saat bersama. Hei, bukankah dua lebih baik daripada satu?

Karena di setiap individu itu ada sesuatu yang unik, yaitu kebaikan. Meskipun kau mungkin adalah versi manusia paling brengsek yang pernah orang-orang kenal

Dan saat kau datang kepadaku, aku akan berkata padamu “terima kasih karena memilihku untuk menghabiskan sisa waktu yang kau miliki untuk diriku.”

Jangan lelah untuk berjuang menghadapi dunia agar kita bisa bertemu. Meskipun kita tidak bersisian sekarang, tapi bukan berarti kau lantas menyerah untuk menunggu orang yang tepat, dan itu adalah aku
image

Aku tahu menunggu itu melelahkan, karena aku sejujurnya juga benci menunggu apalagi jika sesuatu yang tidak pasti. Tapi untukmu, kau adalah pengecualian. Karena aku tahu, kau juga sedang berjuang di sana. Dan rasanya tidak adil jika aku juga tidak berjuang.

Mungkin beberapa kali aku akan tersesat dalam perjuangan itu. Mungkin karena aku kadang tidak sabaran sehingga mencoba dengan yang lain dan ternyata itu bukanlah kau. Tapi kau harus tahu, aku berjuang untukmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s