Hot N Cold

Someone call the doctor. Got a case of a love bi-polar — Katy Perry

Aku jatuh cinta padanya. Lelaki yang menjadi profesor di kampusku. Lelaki yang tidak mau menerima murid untuk menjadikannya sebagai dosen pengampu—namun aku adalah muridnya yang pertama dan satu-satunya. Lelaki yang tidak mempunya emosi samasekali—meskipun terasa seperti paradoks karena dia menjadi prosefor di bidang psikologi, yang pada dasarnya mempelajari emosi seorang manusia. Lelaki yang menjadikanku sebagai objek percobaanya, guna mempelajari sindrom bipolar diriku.

“Hmm … jadi perubahanmu bisa terjadi jika mengalami stres yang berlebihan,” dia menganggukkan kepalanya dan menuliskan sesuatu, entah apa itu di kertasnya. Meskipun dia tahu sindrom bipolar itu seperti udara—kau tahu jjika keberadaanya nyata, tapi kau tidak bisa melihatnya secara kasat mata.

“—jadi, kau kenapa?” tanyanya yang ingin membuatku mengeliminasi meja yang ada di depanku dan membungkam mulutnya dengan bibirku. Berani bertaruh, bibirnya pasti belum pernah terjamah oleh siapapun.

“Biasa. Musim ujian sebentar lagi dimulai dan ada banyak hal yang harus aku selesaikan sesegera mungkin.”

Aku tidak tahu apakah dia mempercayai ucapanku, karena hei … dia juga seorang psikolog yang tahu apakah orang berbohong atau tidak—meskipun sebenarnya aku mulai bisa memanipulasi sekitarku dengan mengira kebohonganku adalah kenyataan dan begitupun sebaliknya.

“Kalau begitu, pergilah, Hari ini kau bisa libur,” sepertinya dia merasa diriku tidak berbohong, karena biasanya dia tidak akan melepaskanku dari pandangannya semudah itu jika masih penasaran denganku.

Aku tidak mengatakan apapun lagi dan keluar dari ruangannya tanpa pamit. Dari asistennya—Sae Na, aku yang ‘satunya’ pasti selalu pamit sebelum pulang dan sesibuk apapun diriku, aku pasti akan menunggunya pulang duluan baru aku pulang. Aku sebenarnya penasaran, apakah diriku yang ‘satunya’ juga jatuh cinta pada lelaki emotionless itu atau hanya aku saja yang jatuh cinta padanya?

Lihat aku sebagai seorang perempuan, bukan sebagai seorang pasien percobaan. Sukailah aku dari semua sisi, bahkan jika aku memiliki lebih dari satu ‘orang’ dalam diriku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s