I Have A Girl

When I just look at you my heart shakes constantly
I have a girl but I’m always regretting – Park Jin Young

Siapa bilang cinta itu sederhana?

Nyatanya aku, lelaki yang semua orang bilang adalah lelaki yang paling setia, bisa mengalami hal ini. Hatiku berkata menginginkannya, tapi logikaku berteriak jika aku sudah memiliki kekasih. Aku berusaha menghindar, aku berusaha untuk setia. Namun tetap saja hatiku tidak bisa diam dan semakin menggila.

“Kenapa kau seperti ini? Kemana kau yang dulu? Apa yang kurang dariku? Jawab aku, jangan hanya diam!” jeritnya sembari mengacungkan handphoneku, dimana pesan teks untuk orang yang membuat diriku kacau.

Kata siapa kita harus mengikuti kata hati? Apa kau bisa mengikutinya jika kau tahu kalau mengikutinya maka ada yang terluka?

“Aku bisa menjelaskannya Rose, Aku ….”

“Kau selingkuh bukan?!” tuduhnya dan melempar handphone itu kearahku, yang tentu saja refleks aku berusaha menangkapnya.

Namun perbuatanku itu benar-benar salah.

“Jadi lebih penting handphone itu dari pada mencoba menjelaskan semuanya?!” teriaknya dan menatapku dengan marah.

“Rose, aku bisa menjelaskan semuanya kepadamu,” jelasku dan kali ini aku benar-benar tidak berusaha menangkap vas bunga yang dilemparkan kepadaku. Serpihan kaca yang tadinya bisa disebut sebagai vas bunga, berhamburan di belakangku dan aku merasakan sesuatu yang menggigit ujung tumit kakiku.

Sepertinya ada serpihan kaca yang terlempar ke kakiku dan mengenai tumit kakiku.

“Menjelaskan apa?! Menjelaskan bahwa kau selingkuh? Menjelaskan bahkwa kau tidak mencinatiku lagi?”

Aku berusaha menghindar saat dia melempariku dengan berbagai benda yang ada disekitarnya. Aku berusaha mendekatinya, yang dimana semakin aku berusaha untuk melakukannya, aku semakin dilempari dengan berbagai benda. Saat aku berhasil mendekatinya, aku segera menangkap tangannya untuk menghentikannya melemparkan berbagai barang ke arahku.

“Lepaskan! Aku tidak sudi disentuh oleh pengkhianat sepertimu!”

“Diam dan dengarkan aku dulu!”

Dia memberontak dan aku mencengram tangannya lebih kuat. Dan entah darimana datangnya pemikiran itu, dia menendang investasi masa depanku yang embuatku refleks melepaskannya dan dia tidak melepaskan kesempatan itu untuk lari.

Rasa sakit itu memang ada, tapi aku harus mengejarnya. Menjelaskan semuanya dan setelah itu, terserah bagaimana keputusannya. Karena aku sadar, akulah yang salah dalam kasus ini.

“Rose! Aku akan menjelaskannya padamu!”

“Pergi!”

Dan di tangga, aku akhirnya bisa menangkapnya dengan menghalangi jalannya dan memaksanya untuk melihatku.

“Pergi! Aku tidak mau menemuimu lagi!”

“Tidak, sebelum aku menjelaskannya padamu!”

Dia meronta dan entah dia mendapatkan kekuatan darimana, dia berhasil melepaskan tangannya dari cengramanku dan mendorongku. Keseimbanganku hilang dan yang aku ingat terakhir kali adalah jatuh terguling serta suara jeritannya sebelum semuanya gelap.

Katakan padaku, apa aku harus mengikuti kata hatiku sekarang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s