H – 26

round-floral-frame-vector-1653495_20150125153913007

Mari merayakan akhirnya aku bisa move on ke chapter selanjutnya \m/

Dan akhirnya aku tahu ending macam apa yang akan aku pasang pada cerita ini. Selain itu, aku sudah mulai merancang plot untuk novel fantasy selanjutnya. Aku tahu harus fokus sat hal, tapi karena novel fantasy itu aku kerjakan secara fragment aka acak plotnya, jadi itu aku yakin tidak akan menganggu pengerjaan novel ini.

Sisa 26 hari lagi. Masih lama sih, tapi aku gak boleh lengah, karena waktu berjalan tanpa terasa dan nanti tahu-tahu deadline sudah mendekat, hahaha.

Next novel bakalan begini juga caranya. 34 hari deadline untuk menyelesaikannya dan aku kepo apakah novel fantasy milikku bisa diterbitkan nanti. Semoga bisa dan kalo bisa berseri seperti novel fantasy luar negeri, hahaha #mimpimu

Karena Kita Masih Muda, Bersenang-Senanglah!

Warning: Tulisan ini bakalan terkesan menggurui seperti dosen sok ngerti apa yang diajarkan padahal banyak yang salah-salah ataupun nyinyir seperti asisten dosen yang ngasih nilai praktikum tidak manusiawi.

***

Gue jujur saja, gegara baca artikel slash curhatan dari penulis favorit gue, gue kepikiran menulis ini. Tulisan yang gue dedikasikan untuk menggambarkan gimana hidup gue selama 19 tahun ini dan pandangan gue tentang senang-senang. Continue reading

You Are The Only Exception

You Are The Only Exception

Kamu adalah satu-satunya orang yang bisa aku berikan pemakluman yang tidak bisa aku berikan pada orang lain.

Kau sebenarnya tidak ganteng (bagiku. I dunno if people see you), bukan tipeku, badung, tidak peka dan bahkan pemalas sehingga aku selalu berakhir dengan memarahimu. Tapi setiap kali aku marah padamu, ada perasaan bersalah dan itu tidak pernah aku rasakan pada orang lain padahal aku sama-sama menyakiti perasaan orang lain saat aku marah. Continue reading