Perasaan Itu Bernama Cinta

Tiba-tiba saja, akun twitternya muncul di liminasi twitter dan begitu gue mengklik—hanya demi memuaskan rasa kepo, gue menyesal telah melakukannya. Gue hanya membuka luka lama yang bernama cinta bertepuk sebelah tangan. Continue reading

Advertisements

Untukmu yang Menjadi Tujuan Akhirku

Kita sekarang masih belum bertemu. Kau masih berada di duniamu dan mungkin belum mengenal diriku, atau aku yang alpa dengan kehadiranmu di sisiku sepanjang waktu. Aku masih di duniaku dan sedang menuliskan sesuatu yang cheesy ini. Tapi bagaimana rupamu nanti, aku akan berkata padamu “aku sudah mementaskan diri untuk bertemu denganmu.”

Continue reading

Dear to My Future Couple

Baiklah, aku tahu jika nanti engkau membaca ini pasti akan tertawa dan membandingkan diriku yang ada di depan matamu sekarang. Aku menulis ini memang pada saat berusia 19 tahun, mungkin kita (belum) bertemu atau malah kau adalah orang yang selalu di depan mataku sepanjang waktu. Tapi aku berjanji, jika aku menemukan “The Right”, aku bakalan langsung memberikan tulisan ini padamu.

Continue reading

You Are The Only Exception

You Are The Only Exception

Kamu adalah satu-satunya orang yang bisa aku berikan pemakluman yang tidak bisa aku berikan pada orang lain.

Kau sebenarnya tidak ganteng (bagiku. I dunno if people see you), bukan tipeku, badung, tidak peka dan bahkan pemalas sehingga aku selalu berakhir dengan memarahimu. Tapi setiap kali aku marah padamu, ada perasaan bersalah dan itu tidak pernah aku rasakan pada orang lain padahal aku sama-sama menyakiti perasaan orang lain saat aku marah. Continue reading